Rabu, 26 Oktober 2016

Cara menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup

DIbawah ini adalah salah satu contoh penggunaan dari mikrometer sekrup dan jangka sorong.

Kamis, 22 September 2016

LATIHAN ULANGAN TENGAH SEMESTER KELAS XII, MATERI TIK



Soal Ulangan Tengah Semester
TIK
Kelas 12
1
Apa yang dimaksud dengan corel draw ?
2
Sebutkan jenis-jenis dari program pengolah gambar berbasis vector
3
Sebutkan jenis - jenis program pengolah gambar berbasis bitmap
4
Mengapa untuk mendesain sebuah logo lebih tepat menggunakan software corel draw?
5
Dalam editing foto hal pertama yang perlu diperhatikan adalah ? jelaskan menurut pendapat kalian?
6
Sebutkan fungsi – fungsi dari toolbar corel draw dan gambarkan bentuk iconnya? Minimal 5 gambar!
7
Jelaskan langkah dalam membuat dokumen baru di corel draw?
8
Sebutkan langkah-langkah dalam membuat logo windows 8 di corel draw?
9
Jelaskan cara convert gambar ke dalam curve!
10
Jelaskan manfaat dari mempelajari aplikasi corel draw?

Selasa, 20 September 2016

Latihan Soal Ulangan Tengah Semester Kelas XI, Materi TIK



Soal Ulangan Tengah Semester
TIK
Kelas 11
1
Jelaskan pengertian dari internet?
2
Apa yang dimaksud dengan :
a.       MAN
b.      WAN
c.       LAN
3
Gambarkan Topologi BUS dan Topologi Pohon, dilengkapi dengan letak Komputer Servernya!
4
Jelaskan apa yang dimaksud dengan Router
5
Jelaskan susunan warna dalam kabel RJ-45
6
Jelaskan langkah-langkah dalam membuat konfigurasi kabel RJ – 45
7
Jelaskan langkah – langkah dalam menghubungkan antar 2 komputer menggunakan kabel LAN.

Senin, 19 September 2016

Latihan Soal Ulangan Tengah Semester Kelas X, Materi TIK


Latihan Soal Ulangan Tengah Semester
TIK
Kelas X
1
Jelaskan Pengertian dari computer?
2
Apa yang dimaksud dengan :
a.     VGA
b.     RAM
c.     Harddisk
d.     Motherboard
3
Jelaskan langkah – langkah dalam menghidupkan komputer?
4
Jelaskan langkah – langkah dalam membuat folder di dalam Local Disk?
5
Apa pentingnya manajemen file dalam mengolah file di computer?
6
Sebutkan cara memasukkan gambar di aplikasi Microsoft power point?
7
Jelaskan langkah – langkah dalam membuat presentasi menggunakan power point?

Jumat, 16 September 2016

Latihan Soal Ulangan Tengah Semester Kelas X

Soal – Soal Ulangan Tengah Semester
Kelas X
No
Soal
1
Tentukan dimensi dari :
a.       Luas
b.      Volume
c.       Kecepatan
d.      Percepatan

2
Berdasarkan gambar tersebut, berapa diameter tabung yang diukur andi dengan micrometer sekrup






3



Tentukan resultan gaya dari gambar di samping?






4



tentukan resultan gaya dari gambar di samping?








5
Sebuah pita diukur, ternyata lebarnya 10,3 mm dan panjangnya 125,5 cm. luas pita mempunyai angka penting sebanyak.

6
Dua buah vector kecepatan yang nilainya masing-masing 5 m/s dan 10 m/s memiliki titik tangkap yang sama dan mengapit sudut 600. Maka nilai resultan kedua vector tersebut adalah …. m/s

7
Pada pengukuran panjang benda diperoleh hasil pengukuran 0,7060 m. banyaknya angka penting hasil pengukuran tersebut adalah …

8
Persamaan P=F/A. dimana P=tekanan, F=gaya bersatu newton, A=Luas penampang bersatuan meter persegi (m2). Maka dimensi tekanan P adalah ….

9
Berapa resultan dari dua buah vector yang terhimpit pangkalnya membentuk sudut 600 yang besar vektornya 3 N dan 4 N …

10
Dua buah vector masing-masing sebesar 6 N dan 8 N. kedua pangkalnya berhimpit membentuk sudut saling tegak lurus. Berapakah besar resultan vector tersebut adalah … N















Kamis, 15 September 2016

Latihan soal persiapan UTS Kelas 11 Ipa Semester 1

Latihan soal untuk UTS Kelas XI IPA
1
Irfan menembakkan peluru dengan kecepatan awal 120 m/s membentuk sudut elevasi 300 terhadap permukaan tanah. Jika g = 10 m/s2, peluru mencapai titik tertinggi setelah ….

2
Sebuah peluru ditembakkan dengan kecepatan 60 m/s dan sudut elevasi 300 . ketinggian maksimum yang dicapai peluru

3
Seorang pemain sepak bola menendang bola dengan sudut elevasi 600 . jika bola bergerak dengan kecepatan awal 30 m/s, maka jarak pemain yang menerima umpan kiper tersebut mendekati ….

4
Sebuah peluru ditembakkan dengan kecepatan 40 m/s. jika sudut elevasinya 600 dan percepatan gravitasinya 10 m/s2 maka peluru mencapai titik tertinggi setelah ….

5
Joni melempar batu dengan kecepatan 10 m/s dengan sudut elevasi 300 . tinggi maksimum yang di capai batu adalah …. ( g=10m/s2).

6
Ali melempar bola basket dengan kecepatan 20 m/s dan sudut elevasi 300. Waktu yang dibutuhkan bola basket untuk sampai dititik tertinggi adalah … (g = 10 m/s2)

7
Peluru ditembakkan dengan kecepatan awal 100 m/s. apabila jarak terjauh peluru 500 m dan percepatan gravitasi 10 m/s2, sudut elevasi peluru sebesar

8
Seorang memegang bola pada ketinggian 20 meter lalu melempar horizontal ke depan dengan kecepatan awal 5 m/s. tentukan :
a.       Selang waktu bola tiba di tanah
b.      Jarak horizontal terjauh yang dicapai bola
c.       Kelajuan bola ketika tiba di tanah



Rabu, 14 September 2016

Latihan soal - soal UTS Kelas 12 Semester 1

1
Cepat rambat bunyi dalam sebuah pipa organa adalah 340 m/s. jika frekuensi nada dasar pipa organa adalah 240 Hz, berapa panjang minimum pipa organa untuk kasus :
a.       Pipa organa terbuka
b.      Pipa organa tertutup

2
Kereta bergerak A dengan kelajuan 72 km/jam dan kereta B dengan kelajuan 90 km/jam bergerak saling mendekati. Masinis kereta A membunyikan peluit dengan frekuensi 660 Hz. Jika kecepatan rambat bunyi di udara 350 m/s, maka frekuensi yang didengar masinis B dari peluit A adalah …

3
Suatu sumber bunyi dengan frekuensi 720 Hz berlawanan arah dan menjauhi pendengar yang bergerak dengan kelajuan 25 m/s, ternyata frekuensi bunyi yang didengar oleh pendengar adalah 630 Hz. Jika kelajuan perambatan bunyi di udara adalah 340 m/s, maka kecepatan sumber bunyi adalah ….

4
Seorang pendengar berdiri di samping sumber bunyi yang frekuensinya 684 Hz. Sebuah sumber bunyi yang lain dengan frekuensi 676 Hz bergerak mendekati pendengar itu dengan kecepatan 2 m/s. bila kecepatan merambat bunyi di udara 340 m/s, maka frekuensi layangan yang didengar oleh pendengar itu adalah …

5
Sebuah sumber bunyi mempunyai intensitas bunyi sebesar 10-8 Watt/m2. Jika intensitas ambang pendengaran Io = 10-12 W/m2 maka besar taraf intensitas bunyi tersebut adalah

6
Jika taraf intensitas bunyi dari sebuah mesin jet adalah 110 dB, maka intensitas bunyi mesin tersebut adalah …

7
Taraf intensitas bunyi suatu tempat yang berjarak 5 m dari sumber bunyi sebesar 70 dB. Tempat yang berjarak 500 m dari sumber bunyi bertaraf intensitas sebesar …

8
Intensitas bunyi sebuah mesin jahit yang sedang bekerja adalah 10-9 watt/m2. Jika intensitas ambang bunyi adalah 10-12 watt/m2, maka taraf intensitas bunyi dari 10 mesin jahit yang sedang bekerja bersama-sama adalah…..

9
Sebuah alat pengukur intensitas bunyi diletakkan sejauh 5 m dari sumber bunyi, intensitas yang terbaca 5 x 10-6 watt/m2. Apabila alat dipindahkan sehingga jarak dari sumber menjadi 10 m, maka intensitas bunyi terbaca adalah …

10
Dua pengamat a dan b masing masing berdiri pada jarak 10 meter dan 20 meter dari suatu sumber bunyi. Perbandingan intensitas bunyi yang di dengar a dan b adalah ….

Kisi - Kisi Soal UTS Semester 1 Kelas XII IPA Tahun 2016


Satuan Pendidikan : SMA ISLAM A.Yani Batang
Program / Jurusan : IPA
Bidang Studi : Fisika
Kurikulum yang digunakan : KTSP
Jumlah Soal : 10
Bentuk Soal : Essai.
No Urut
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator Soal
1
Mendeskripsikan gejala dan ciri – ciri gelombang bunyi dan cahaya
Pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.
Menentukan cepat rambat bunyi di dalam pipa organa terbuka maupun pipa organa tertutup
2
Efek Doppler
Menentukan frekuensi dari pengamat dalam fenomena harian
3
Menentukan kecepatan sumber melalui kegiatan yang dilaksanakan harian
4
Pelayangan bunyi
Menentukan sifat pelayangan bunyi
5
Taraf intensitas bunyi
Menentukan taraf intensitas bunyi dari intensitas bunyi
6
Menentukan intensitas bunyi dari taraf intensitas bunyi
7
Menentukan taraf intensitas bunyi dari banyak sumber yang diketahui
8
Menentukan taraf intensitas bunyi dari intensitas bunyi yang di ketahui
9
Menentukan perbandingan taraf intensitas bunyi dari jarak yang diketahui
10
Menentukan perbadingan intensitas bunyi dari jarak yang diketahui.

Rabu, 11 Mei 2016

soal soal tentang pemuaian

1.panjang sebatang alumunium pada suhu 0 oC adalah 2 meter. Koefisien muai   panjang alumunium 2,35 . 10-5 /oC. Panjang alumunium pada suhu 50 oC adalah...
a. 2,0 m
b. 2,01 m
c. 2,002 m
d. 2,00235 m
e. 2,0047 m

2. Pada saat dilakukan pemasangan rel kereta api suhu udara sekitar adalah 27 oC. Panjang tiap batang rel adalah 1,75 meter. Suhu tertinggi yang pernah dicatat di daerah itu adalah 37 oC. Jika koefisien muai panjang besi 1,2 . 10-5 /oC, maka jarak antar rel pada waktu pemasangan agar rel tidak bengkok adalah...
a. 1,2 . 10-5 m
b.1,75 . 10-5 m
c. 1,75 . 10-4 m
d. 2,1 . 10-5 m
e. 2,1 . 10-4 m

3. Sebatang baja pada suhu 20 oC panjangnya 100 cm. Kemudian memuai sehingga panjangnya menjadi 100,1 cm. Jika koefisien muai panjang baja 10-5 /oC maka suhu akhir baja tersebut adalah...
a. 20 oC
b. 80 oC
c. 100 oC
d. 120 oC
e. 200 oC

4. Pada suhu 100 oC luas lempeng alumunium adalah 2,015 m2. Jika luas lempeng pada suhu 0 oC adalah 2 m2 maka koefisien muai luas alumunium adalah...
a. 1,5 . 10-5 /oC
b. 1,5 . 10-4 /oC
c. 2,0 . 10-4 /oC
d. 7,5 . 10-5 /oC
e. 7,5 . 10-4 /oC

5. Selembar baja pada suhu 20 oC memiliki ukuran seperti gambar.

Jika koefisien muai panjang baja 10-5 /oC, maka pertambahan luas pada suhu 60 oC adalah...
a. 0,08 cm2
b. 0,16 cm2
c. 0,24 cm2
d. 0,36 cm2
e. 0,64 cm2

#soal_manubatang 

Jenis - jenis pemuaian

Pemuaian zat adalah peristiwa perubahan geometri dari suatu benda karena pengaruh panas (kalor). Perubahan geometri meliputi bertambahnya panjang, lebar, maupun volume. biasanya diiringi dengan kenaikan suhu zat.
        Jenis-jenis pemuaian zat
1.    Pemuaian Zat Padat
Pemuaian zat padat merupakan peristiwa bertambah panjang, lebar, atau volume suatu benda padat   karena  pengaruh panas (kalor).Contoh pemuaian zat padat seperti pemuaian rel kereta.. Jenis-jenis Pemuaian Zat Padat Benda padat pada prinsipnya mengalami pemuaian di semua bagian benda tersebut (volume) tapi guna memudahkan mempelajarinya, pemuaian zat padat dibagi  menjadi 3.
a.    Pemuaian Panjang
Pemuaian panjang adalah pertambahan panjang benda akibat pengaruh suhu (1 dimensi). Contohnya pada kabel listrik yang terlihat lebih kendor di siang hari jika dibanding pada pagi hari, itulah contoh dari pemuaian panjang. Besarnya pemuaian zar tergantung pada konstanta muai panjang zat dan nilai konstanta tersebut akan berbeda-beda untuk tiap zatnya. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian panjang berbagai jenis zat padat          adalah  musschenbroek.
Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh panjang mula-mula benda, besar kenaikan suhu, dan tergantung dari jenis benda.
Rumus pemuaian panjang
 ΔL= α .Lo. ΔT L = Lo + ΔL L - Lo = α .Lo. ΔT atau L = Lo (1 + α.ΔT).
 ΔL = besarnya pemuaian panjang 
 Lo = panjang mula-mula
 α= constant pemuaian
 ΔT = selisih suhu
 L= panjang setelah dipanaskan
 Lo= panjang mula-mula 
Contoh soal :
Pemuaian panjang Sebuah logam pada mulanya memiliki panjang 20 cm. Kemudian menerima kalor dan suhunya naik sebesar 40 derajat. Jika koefisien muai panjang logam tersebut adalah 0,001/oC Maka berapa panjang logam tersebut setelah suhunya naik?
Jawab: L = Lo (1 + α.ΔT) L = 0,2. (1+0,001.40) L = 0,2. (1+0,04) L = 0,2.1,04 = 0,208
b.    Pemuaian luas
     Bila benda padat berbentuk persegi panjang dipanaskan, terjadi pemuaian dalam arah memanjang dan arah melebar. Dengan kata lain, benda padat mengaalmi pemuain luas. Pemuain luas berbagi zat tergantung pada koefisien muai luas. Contohnya pada pemanasan lempeng tipis logam. Lempeng tipis logam akan mengalami penambahan luas setelah dipanaskan. Kemampuan suatu benda untuk mengalami pemuaian luas sangat ditentukan oleh koefisien muai luas dilambangkan dengan β, Dengan nilai β = 2α.
  Rumus Pemuaian Luas ΔA = Ao.β.ΔT A = Ao + ΔA A = A0 (1+β.ΔT)
Ao = Luas Sebelum dipanaskan
A = luas setelah pemanasan
ΔA = penambahan luas
β = koefisien muai luas
ΔT= selisih suhu (kenaikan suhu)
Contoh soal:
Pemuaian luas sebuah lempeng logam mula-mula mempunyai luas 100 cm2 lalu menerima kalor sehingga suhunya naik 50oC, jika koefisien muai panjang lempeng logam tersebut adalah 0,001/oC. Maka berapa pertambahan luas lempeng logam tersebut?
Jawab  ΔA = Ao.β.ΔT
            ΔA = Ao.2α.ΔT
            ΔA = 1.2.0,001.50 = 0,1 m2 c.
c.    Pemuaian Volume
Pemuaian volume sama juga dengan pertambahan atau pemuaian panjang secara 3 dimensi. Karena itu muai volume sama juga dengan tiga kali muai panjang. Pemuaian volume suatu zat tergantung pada koefisien muai volumenya γ (gamma) dimana γ = 3α .
Rumus pemuaian volum  ΔV = Vo.γ.ΔT V= Vo + ΔV V= Vo(1+γ.ΔT)
ΔV = penambahan volume
Vo = volume awal
ΔT = kenaikan suhu
γ = koefisien muai volume
Contoh Soal
Pemuaian Volume Sebuah kubus dengan rusuk 10 cm dan koefisien muai panjang 0,001/oC.tersebut diberi kaalor sehingga suhu awalnya yang 30oC mejadi 80oC, berapakah pertambahan volume dan volume akhir kubus tersebut?
Jawab: ΔV = Vo.γ.ΔT
            ΔV = 1000.3.o,oo1.(80-50)
            ΔV = 150 cm2
             V= Vo + ΔV V= 1000 + 50 = 1050 cm2
2.    Pemuaian Zat Cair
Pada zat cair pemuaian yang terjadi hanya pemuaian volume, tidak ada pemuaian panjang dan luas. Ini terkait dengan sifat dar zat cair sendiri yang bentuknya berubah-ubah sesuai dengan bentuk wadah yang ditempatinya. Coba isi penuh sebuah panci dengan air kemudia panaskan, beberapa saat kemudian akan ada air yang tumpah dari panci tersebut.Itulah salah satu  contoh pemuaian zat cair.  Rumus pemuaian zat cair secara matematis rumus pemuaian zat cair sama dengan rumus pemuaian volume pada pemuaian zat padat. Besarnya pemuaian zat cair ditentukan dari koefisien muai volume nya  ΔV = Vo.b.ΔT dengan b adalah koefisien muai volume zat cair.
            ΔV adalah penambahan volume
            ΔT adalah selisih suhu.
Contoh soal:
Sebuah panci berisi air penuh dengan volume 4 liter. Air dalam panci tersebut kemudian dipanaskan sehingga mengalami kenaikan suhu sebanyak 80 oC. Berapakah volume air yang akan tumpah dari panci tersebut? (koefisien muai air = 0,004/oC
Jawab : Volume air yang tumpah sama dengan penambahan volume air akibat pemanasan, jadi ΔV = Vo.b.ΔT ΔV = 4 liter.0,004.80 ΔV = 1,28 liter
3.    Pemuaian Zat Gas
Pemuaian Gas Gas juga megalamai pemuaian layaknya pada pemuaian zat cair dan zat padat. Khusus untuk pemuaian zat ini agak berbeda dengan pemuaian zat padat dan pemuaian zat cair. Ada satu variabel yang sangat menentukan pemuaia zat gas yaitu tekanan.. Hukum yang menjelaskan tentang pemuaian zat gas yaitu:
a.    Hukum boyle
          Hukum boyle menyatakan bahwa “ tekanan suatu massa tertentu gas pada suatu konstan berbanding terbalik dengan volumenya.
P1. V1 = P2. V2
Keterangan: P = tekanan            1 = mula- mula
                   V = Volume            2 = akhir
b.    Hukum Charles
          Hukum Charles menyatakan perbandingan anytara volume dan suhu gas yang tetap, yaitu “ volume gas pada tekanan konstantaberbanding lurus dengan suhu mutlak gas tersebut”. Hal ini berarti, pada tekanan konstan, gas yang dipanaskan akan mengalami pertambahan volum.
V1 / T1 = V2 / T2
Keterangan: T = Suhu (K)                          V = Volume (m3)
c.    Hukum gay lussac
Selain hukum Boyle dan hukum Charles, proses pemuain gas juga dapat ditinjau dengan hukum Gay Lussac, yaitu “ tekanan mutlak suatu gas pada volume konstan berbanding lurus dengan suhu mutlak gas tersebut”.
  P1 / T1 = P2 / T2
d.   Hukum Boyle- Gay Lussac
Berdasarkan ketiga hukum tersebut, maka pemuain gas dapat dianalisis dengn persamaan gas ideal atau yang dikenai dengan Boyle- Gay Lussac berikut.
P1. V1/T1 = P2. V2/T2
Catatan:
 T harus dalam Kelvin
Contoh Pemuaian Jenis Pemuaian Zat 
a. Contoh Pemuaian Zat Pemuaian Zat padat
1. Rel Kereta Api yang bengkok karena panas
2. Kabel listrik/telepon yang lebih kendur ketika siang hari
3. Bimetal pada alat-alat listrik seperti pada setrika yang akan mati sendiri ketika sudah terlalu panas.
4. Pemuaian pada kaca rumah.
5. Mengeling Pelat Logam Umumnya dilakukan pada pembuatan container dan badan kapal besar.
6. Pemasangan Ban Baja pada Roda Lokomotif Dilakukan dengan cara memanaskan ban baja hingga memuai kemudian dipasangkan pada poros roda,setelah dingin akan menyusut dan mengikat kuat.
b. pemuaian  Zat Cair
1. Termometer Memanfaatkan pemuaian zat cair (raksa atau alkohol) pada tabung thermometer.
2. Air dalam panci akan meluap ketika dipanaskan. (selain dipengaruhi oleh konveksi kalor peristiwa ini juga dipengaruhi oleh pemuaian air)
3. pemuaian cairan merkuri pada termometer.
c. pemuaian zat Gas
1. Balon yang meletus terkena panas.
2. Roda kendaraan yang meletus terkena panas
2. Perubahan Wujud Zat
a.    Mencair ; perubahan wujud zat padat menjadi cair dengan memerlukan energi kalor, contohnya es dipanaskan, lilin dipanaskan dll.
b.     Membeku : perubahan wujud zat cair menjadi padat dengan melepaskan energi kalor, contohnya air didinginkan di lemari es
c.    Menguap : perubahan wujud zat cair menjadi gas dengan memerlukan energi kalor, contohnya minyak wangi, air dididihkan.
d.   Mengembun : perubahan wujud zat gas menjadi cair dengan melepaskan energi kalor, contohnya titik air dipagi hari pada tumbuhan, gelas berisi es bagian luarnya basah.
e.    Menyublim : perubahan wujud zat padat menjadi gas dengan memerlukan energi kalor, contohnya kapur baru ( kamper ), obat hisap dll
f.     Mengkristal / menghablur : perubahan wujud zat gas menjadi padat dengan melepaskan energi kalor, contohnya salju, gas yang didinginkan dll
     Dimana panas yang diperlukan oleh satuan massa suatu zat untuk mengubah fasenya disebut panas laten. Istilah panas laten yang dimaksud adalah nma kalor late yang khusus untuk suatu perubahan wujud tertentu. Istilah kalor laten khusus tersebut sebagai berikut:
a.    Melebur
Melebur adalah perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Zat padat berubah menjadi cair pada suhu tertentu yang disebut titik lebur zat. Jumlah kalor yang diperlukan untuk meleburkan suatu zat padat dipengaruhi oleh massa zat itu dan kalor leburnya. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
    Q= m.L         Keterangan: m =  massa zat (kg)
                                             L =   kalor lebur zat (J/kg)
                                                        Q = kalor  (J)               
b.    Menguap
Menguap  adalah perubahan wujud zat dari cair menjadi gas. Zat cair mendidih pada suhu tertentu disebut titik didih zat. Jumlah kalor yang diperlukan untuk menguapkan suatu zat cair dipengaruhi oleh massa zat itu dan kalor uap zat tersebut. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
    Q= m.U        Keterangan: m =  massa zat (kg)
                                             U =   kalor uap zat (J/kg)
                                                          Q = kalor  (J)             
Contoh :
500 gram es bersuhu 0oC hendak dicairkan hingga keseluruhan es menjadi air yang bersuhu 0oC. Jika kalor jenis es adalah 0,5 kal/goC, dan kalor lebur es adalah 80 kal/gr, tentukan banyak kalor yang dibutuhkan, nyatakan dalam kilokalori!
              Diketahui      m = 500 gram
                     L = 80 kalori/gr

Ditanya              Q             =…?
Dijawab             Q = (500)(80) = 40000 kalori = 40 kkal

sumber :http://sholihfikr.blogspot.co.id/2015/09/meteri-proses-pemuaian-zat.html


#materi_manubatang